Selasa, 12 Juni 2012

Pariwisata Babel Jangan Sekedar Meniru-niru | Rakyat Pos

PANGKALPINANG – Potensi Pembangunan pariwisata provinsi Bangka Belitung (Babel) dinilai cukup baik, namun pariwisata Babel diminta untuk tidak terkesan meniru-niru daerah atau negara lain. Demikian disampaikan Anggota Global Code of Ethics for Tourism, UNWTO, I Gede Ardika, saat berdialog interaktif membahas pembangunan pariwisata Bangka Belitung bersama puluhan mahasiswa, Senin(11/6) di Hotel Aston Bangka Tengah.
Dalam dialog interaktif yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia bersama Universitas Bangka Belitung tersebut, Gede Ardika menjawab sejumlah pertanyaaan mahasiswa tentang perkembangan pariwisata, salah satunya mengenai wacana pembangunan Water front city(WTC) Pantai Pasir Padi Pangkalpinang.
“Babel punya poltensi terhadap pariwisata, tapi asal jangan hanya sekedar meniru-niru yang lain sehingga terkesan hilangnya khas dari potensi itu sendiri,”ungkap Adika.
Mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata era pemerintahan Presiden Gus Dur dan Megawatiini juga mengatakan untuk menunjang potensi pariswisata harus adanya peran aktif dari masyarakat serta pemerintah setempat. Mengenai pertanyaan salah seorang mahasiswa UBB terkait Water Front City belum dilaksanakan secara maksimal oleh Pemkot Pangkalpinang, Ardika menyarankan agar Pemkot Pangkalpinang harus mengkaji kembali kebijakan tersebut.
“Tentunya perlu ada masukan dari berbagai pihak, dimana harus dianalisa terlebih dahulu dari segi SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threats). Jangan sekadar meniru-niru dari luar negeri tanpa mengetahui esensinya,”terangnya.
Ardika juga menjelaskan meniru dalam hal ini memiliki pengertian, bahwa semua daerah memiliki potensi, keunikan dan kekhasan sendiri-sendiri, untuk menarik suatu minat dalam dunia pariwisata. Artinya, harus disesuaikan dengan potensi yang ada.
“Ini misalkan Bangka Belitung meniru-niru yang ada di Bali. Ya untuk apa datang ke Bangka Belitung. Contohnya lain masalah makanan, kemarin saya makan makanan di sini, nah makanan itu tidak ada duanya didunia, yang adanya hanya di Bangka Belitung,”ujarnya sembari menyebutkan makanan khas itu yakni lempah kuning dan lempah darat.
Lanjutnya, Bangka Belitung sendiri sangat berpotensi dalam dunia pariwisatanya. Ia mengaku Bangka Belitung memiliki banyak sekali keunikan, yang harus dikembangkan, seperti wisata bahari dan wisata kelautan yang telah menjadi bagian strategi pembangunan pariwisata, karena kondisi lingkungan alam dan letak geografisnya.
“Saya lihat sudah banyak sekali, seperti Sail Belitung. Itukan sangat bagus dan harus dilanjutkan dan dipelihara bila itu sudah berjalan.
“Yang sering terjadi itu, masyarakat setempat kurang menyadri apa yang menjadi kekuatan keunikan dari daerah tersebut,”ucapnya sembari mengingatkan lingkungan harus diperhatikan, jangan hanya demi pertumbuhan ekonomi mengorban lingkungan.(Mg34)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

KONTES SEO TOP 1 OLI SINTETIK MOBIL-MOTOR INDONESIA BERHADIAH TOTAL RP. 35.000.000,- | Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet