Peringatan Israâ Miâraj merupakan hari besar bagi umat muslim. Kegiatan ini syarat akan kegiatan keagamaan yang kental akan nuansa islami. Tetapi tidak menutup kemungkinan pula, hari besar ini dijadikan moment yang pas bagi wiasatawan untuk berwisata. Seperti yang dilakukan PAKAR ( Paguyuban Joko Roro) dan GUMMEKA ( Paguyuban mas lan mbak Smaneka), liburan pada tanggal 29 Juni ini dijadikan sebagai hari untuk wisata bahari pantai selatan kabupaten Malang.
Perjalanan dimulai dari ibukota Kab. Malang, Kepanjen menuju kecamatan Sumbermanjing Wetan, yang berjarak . Sarana transportasi yang digunakan adalah transportasi umum/ dalam hal ini travel wisata. Tujuan pertama adalah Pantai Tamban Indah yang terletak  sebelum pantai sendang biru. Disini dapat ditemui panorama yang indah dan pantai yang landai. Selain itu bebatuan karang yang tak begitu terjal  dapat dijadkan wahana untuk berfoto ria. Seusai menghabiskan waktu ditemoat yang bertiket IDR 3000,00 ini, kedua Paguyuban ini melanjutkan ke tujuan keduaya yaitu pantai sendang biru.
Di pantai yang khas dengan TPI(Tempat Pelelangan Ikan)nya ini , terjadi hal yang cukup menarik karena baik PAKAR maupun GUMMEKA hanya melakukan pembelian ikan laut yang akan digunakan untuk Barbeque di pantai Goa Cina. Awalnya cukup sulit untuk menemukan ikan dengan harga yang sesuai, tetapi setelah survey ke beberapa tempat akhirnya ditemukan penjual yang pas. Dan pada akhirnya cumi-cumi dan ikan tuna pun menjadi obyek yang dijadikan bahan makanan.
Setelah melakukan transaksi pembelian, berlanjut ke tujuan wisata bahari terakhir yaitu Pantai Goa Cina. Pantai yang masih jarang dikunjungi dan masih alami ini terletak tidak jauh dari TPI Sendang Biru karena hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk menuju tempat ini. Disini, PAKAR dan GUMMEKA melakukan kegiatan yang sudah direncanakan yaitu : memasak ikan, bermain di pantai, dan menyusuri Goa. Panorama yang disajikan di pantai ini berbeda dengan pantai yang dikunjungi sebelumnya. Lahan kosong yang luas, debur ombak yang merdu, dan keeolokan goa yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri sehingga membuat semua lupa waktu. Akhirnya sang surya pun hendak pulang keperaduannya, kedua Paguyuban ini pun harus segera mengakhiri Tour ini. Letih dan capek benar-benar dirasakan oleh semuanya, tetapi hal itu setimpal dengan apa yang didapat hari ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar