Rabu, 20 Juli 2011

Festival Pinisi 2011 Antar Bulukumba ke Level Dunia | Melayu Online

Yogyakarta, MelayuOnline – Berbagai atraksi budaya ditampilkan untuk mengiringi pembuatan perahu pinisi dalam rangka pembukaan Festival Pinisi II yang berlangsung pada tanggal 16-18 Juli 2011 di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Event tahunan yang digelar untuk yang kedua kalinya ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bulukumba dengan tema Â"Bangkitkan Wisata Multiinterest di Bulukumba Demi Mendukung Visit South Sulawesi 2012Â".

Acara yang didukung oleh 10 kecamatan di Kabupaten Bulukumba ini menampilkan berbagai seni budaya dalam balutan nuansa alam bahari di sepanjang 2000 meter hamparan pasir putih. Seperti tahun sebelumnya, pada Festival Pinisi II 2011 ini digelar juga rangkaian ritual adat Andingingi. Ini adalah ritual adat khas masyarakat Kajang yang dilakukan dengan tujuan agar Tuhan berkenan mendinginkan (andingingi) alam agar lebih bersahabat dengan manusia. Ritual Andingingi meliputi andingingi kampong (mendinginkan suasana lingkungan tempat tinggal), andingingi balla (mendinginkan bencana, baik bencana alam maupun wabah penyakit), dan attunu panroli (upacara pembakaran linggis untuk menjaga kejujuran masyarakat adat), kemudian dilanjutkan penganugerahan gelar kepada tamu adat.

Selain itu, digelar juga pesta nelayan yang bertempat di Pantai Samboang, Kecamatan Bonto Tiro. Selain pergelaran berbagai hiburan, dalam rangkaian pesta nelayan ini diadakan pula pembacaan barzanji, pelarungan hasil bumi ke laut, dan lomba perahu tradisional jolloro. Festival Pinisi II juga dirangkaikan dengan pameran budaya dan potensi Bulukumba yang dipusatkan di Lapangan Pemuda dengan menampilkan berbagai potensi yang dimiliki oleh seluruh kecamatan, meliputi bidang pertanian, kelautan, pariwisata, perkebunan, dan industri. Di antara benda-benda yang dipamerkan antara lain: pernik-pernik wisata bahari, industri kerajinan, pembuatan sarung Bira, dan kuliner tradisional.

Dengan penyelenggaraan Festival Pinisi II ini diharapkan Bulukumba dapat menembus pariwisata dunia seperti Bali . Harapan ini berdasarkan pada kekayaan alam dan budaya Bulukumba yang tidak kalah dengan Bali . Bahkan, Bulukumba mempunyai kelebihan dengan kapal tradisionalnya, Pinisi, yang cukup dikenal di seantero dunia. Proses pembuatan perahu pinisi ditengarai dapat menarik minat turis mancanegara. Hal tersebut senada dengan apa yang disampaikan M. Farid, Direktur Promosi Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar RI, yang mengatakan bahwa Bulukumba adalah mutiara pariwisata di Sulawesi Selatan yang layak menjadi prioritas dalam pengembangannya demi menuju level dunia. (Agus Najib/Brt/09/07-2011)

Foto: http://www.sulsel.go.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut

KONTES SEO TOP 1 OLI SINTETIK MOBIL-MOTOR INDONESIA BERHADIAH TOTAL RP. 35.000.000,- | Peluang Bisnis Online Tanpa Ribet