JAKARTA: Pelaku usaha sektor pariwisata mendesak pemerintah segera memperbaiki kerusakan di sejumlah destinasi wisata bahari karena dikhawatirkan pamornya terus memudar.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Asnawi Bahar mengatakan apabila kondisi ini dibiarkan maka akan berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan industri pariwisata.
"Contohnya destinasi wisata Taman Laut Nasional Bunaken yang dianggap sudah kotor oleh sejumlah wisatawan asing," ujarnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.
Asita, lanjutnya, banyak mendapatkan informasi dari wisatawan asing kalau Bunaken sudah tidak lagi menarik. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin wisatawan yang berlibur ke taman nasional itu jumlahnya terus merosot.
Dia mengatakan citra Bunaken yang semakin memudar menjadi tantangan bagi biro perjalanan wisata yang sedang agresif mempromosikan wisata air di kawasan timur Indonesia.
"Kami mengimbau pemerintah dan warga sekitar untuk sama-sama menjaga destinasi wisata. Apabila industri pariwisata di daerah tumbuh, pasti akan berimbas positif terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya.
Data Badan Pusat Statistik mencatat wisatawan asing yang berkunjung ke Sulawasi Utara sepanjang 2011 sebanyak 20.074 orang.
"Kami belum mendapatkan data terkini mengenai berapa persen rata-rata penurunan kunjungan wisatawan ke Bunaken. Namun yang pasti, harus ada tindakan cepat untuk mengatasi hal itu," ujarnya.
Asnawi mengatakan anggota asosiasinya saat ini sedang gencar mempromosikan destinasi wisata di wilayah timur Indonesia. Beberapa destinasi wisata yang diminati turis asing antara lain Raja Ampat.
Dia berharap penurunan citra destinasi akibat kurang maksimalnya pengelolaan tidak terjadi di tempat tujuan wisata lain di Indonesia.
Sebelumnya, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia juga menyoroti buruknya infrastruktur menjadi kendala perkembangan beberapa destinasi wisata.
Permasalahan yang mengemuka antara lain masih adanya objek wisata yang belum ditunjang dengan sistem transportasi memadai.
"Misalnya untuk mencapai destinasi wisata bahari tertentu tidak hanya bisa mengandalkan pesawat. Perlu juga ditunjang sarana transportasi darat dan laut yang memadai," kata Ketua GIPI Didien Junaedy.
Dia mengatakan minimnya infrastruktur tidak hanya terjadi pada objek wisata di Indonesia bagian timur saja.(ea)
BACA JUGA:
* PREDIKSI INDEKS: Ini dia faktor-faktor yang perlu dicermati
* REKOMENDASI SAHAM: Ada apa dengan saham tambang?
* PIALA EROPA: Kenapa Portugal keok melawan Turki?
* INDONESIAN IDOL 2012: IniLAH alasan kenapa Sean layak diselamatkan
* RIBUT WAIDI: Legenda PSIS Semarang & pahlawan Sea Games 1987 itu berpulang
* KINERJA INDUSTRI ELEKTRONIK: Setelah Maret naik, penjualan April turun lagi
* APARTEMEN SUDIRMAN SUITES: Mau tau berapa harga kamar termurahnya?
* MONOPOLI GULA: Nah lo Wilmar kena denda Rp25 miliar!
* SIHIR MESSI: Sihir Lionel Messi yang absen di Piala Dunia bersama Argentina telah kembali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar