Indonesia kaya akan wisata alam, seperti wisata bahari, wisata pegunungan atau dataran tinggi, taman nasional dan lain-lain. Wisata Pegunungan dan Taman nasional merupakan salah satu wisata alam yang sangat di kagumi di Indonesia. Salah satunya adalah pegunungan tinggi Dieng (Dieng Plateau).
Pegunungan Dieng merupakan kawasan dataran tinggi yang masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo – Jawa Tengah. Berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing.
Pegunungan Dieng (Dieng Plateau) berada di ketinggian rata-rata adalah sekitar 2.000m di atas permukaan laut. Suhu berkisar 15â"20 °C di siang hari dan 10 °C di malam hari. Pegunungan Dieng (Dieng Plateau) adalah kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan merupakan gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Suhu udara dapat mencapai 0 °C di pagi hari pada musim kemarau (Juli dan Agustus) dan memunculkan embun beku yang dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian, oleh penduduk setempat disebut bun upas (“embun racun”).
Dieng (Dieng Plateau), dikenal sebagai tempat wisata dan penyuplai sayuran terutama kentang, saat ini sedang “merana”. Bencana alam seperti longsor dan kurangnya kesuburan tanah di Pegunungan Dieng dengan, adalah hal-hal yang menjadi keprihatinan Pemda Wonosobo. Hampir ribuan hektar area di Dieng, sekarang dalam kondisi memprihatinkan dan menuju kerusakan yang parah.
Keprihatinan ini dipicu oleh kenyataan bahwa selain sebagi tempat bergantung dari banyak penduduk dalam mencari nafkah, Dieng juga merupakan “kunci” bagi sehatnya DAS Serayu, yang menghidupi masyarakat dari banyak Kabupaten.
Banyak upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan Pegunungan Dieng (Dieng Plateau), salah satunya seperti yang di cantumkan di http://www.diengplateau.com/, yaitu: Program Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat.
Program Penguatan Pengelolaan Hutan dan Daerah Aliran Sungai Berbasis Masyarakat adalah sebuah pogram yang bertujuan untuk mengurangi degradasi hutan dan lahan dalam rangka merehabilitasi fungsi DAS dan jasa lingkungan. Proyek PPHDBM di Sub-DAS Tulis tersebut dikelola oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo di Yogyakarta. Luas areal yang masuk ke dalam wilayah Sub-DAS Tulis lebih kurang adalah 13.000 ha. Sub-DAS Tulis merupakan salah satu sub-DAS di DAS Serayu. DAS Serayu merupakan DAS yang sangat penting bagi masyarakat Jawa Tengah Bagian Selatan, karena DAS tersebut merupakan sungai utama yang sanggup. mengairi lahan-lahan pertanian mulai dari Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara, Banyumas bahkan sampai ke Cilacap. Di DAS Tulis juga terdapat bendungan/waduk Panglima Besar Sudirman (Waduk Mrica) yang terletak di Kabupaten Banjarnegara. Waduk tersebut merupakan sumber pengairan bagi lahan pertanian di wilayah yang dilalui Sungai Serayu, dan juga merupakan sumber pembangkit bagi PLTA Jenderal Sudirman dengan daya mencapai + 180 megawatt.
Banyak sekali kendala dalam program pemulihan dieng, salah satunya masalah dana. http://www.diengplateau.com/ juga memprakarsai dalam mengatasi masalah ini, yaitu dengan menyediakan informasi seputar Pegunungan Dieng (Dieng Plateau), dan menerima apabila ada yang memberikan sumbangan bagi yang mengakses website tersebut. Seperti salah satu isi dari halaman website tersebut:
- – -
“Bayangkan Saja Jika Semua Pengunjung DiengPlateau.Com mau menyumbang Rp. 20.000,- (Dua Puluh Ribu Rupiah) Cukup Untuk Program Pemulihan Dieng.”
Sebenarnya program pemulihan Dieng dapat ditempuh dengan beragam cara, namun pada intinya kebanyakan program terkendala masalah dana. Katanya apapun masalahnya pasti ada jalan keluarnya. “Saya hanya sedikit berfikir konyol namun setelah dihitung-hitung masuk akal.”
Sejak awal saya tidak menduga jika pengunjung DiengPlateau.Com begitu luar biasa, bayangkan jika semua pengunjung DiengPlateau.Com mau menyumbang Rp. 20.000,- ? …
Saya kira cukup untuk perogram pemulihan Dieng.
—
Kepedulian kita merupakan hal penting dalam kelestarian alam Indonesia. Suatu warisan alam yang indah, mungkin ini akan menjadi pilihan bagi kita: Apakah kita akan menceritakannya pada anak cucu kita? Atau kita akan menunjukkannya pada anak cucu kita?
Artikel Terkait:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar