Andi Ilham Mattalatta, putra tokoh utama Sulawesi Selatan, Andi Mattalatta sudah lama berkecimpung di dunia bahari, khususnya wisata bahari. Saya pertama kali mendengar dan melihat kiprah penyuka olahraga air ini tahun 1997. Saat itu, saya sedang melakukan perjalanan ke Pulau Kapoposang, satu pulau eksotik dalam wilayah administrasi kabupaten Pangkajene Kepulauan. Andi Ilham punya rumah wisata di sana. Warga Kapoposang sangat akrab dan hormat padanya.
Saya berkenalan dengannya pada satu momen di Hotel SAS Makassar. Saat itu organisasi Persatuan Olahraga Selam Indonesia, Sulawesi Selatan (POSSI) sedang mengadakan musyawarah daerah. Adalah Andi Januar Jaury Dharwis, anggota DPRD Sulsel yang memperkenalkan saya padanya. Beliau sangat antusias membicarakan olahraga di bawah kendali KONI Sulsel, tentang persiapan PON dan partisipasi Sulsel di event nasional tersebut terutama kegiatan selam.
âSaya berharap kinerja POSSI makin baik di masa depan, saya berbahagia berada di tengah-tengah aktivis bahari, pelaku selam. Kenapa saya sangat peduli pada olah raga ini karena mempunyai dimensi masa depan yang baik dan terbuka di masa depanâ katanya.
Lima Alasan
âMotto jales veva jaya mahe, sangat relevan dan menjadi semangat bagi kita semua khususnya generasi maritimâ ungkapnya. Menurutnya ada lima alasan mengapa selam itu penting.
Pertama, selama adalah olahraga prestasi. Dengan selam kita bisa mengharumkan nama daerah. Terlepas dari manfaatnya sebagai olahraga air, ada unsur prestasi di dalamnya.
âSaya bangga karena ada dua atlet selam Sulsel yang akan berkompetisi di PON mendatang, semoga selam menjadi pengumpul medali kelakâ ungkapnya lagi. Kedua; selam dapat menggelorakan semangat cinta bahari. Semua tahu bahwa negara kita negara kepulauan, terdiri dari puluhan ribu pulau, selam dapat menjadi perekat sekaligus ruang aktualisasi kemaritiman itu.
Ketiga; selam adalah olahraga yang sangat erat dengan pelestarian alam, lingkungan laut. Saat ini terjadi tekanan hebat ke sumber daya laut, beberapa ekosistem penting mengalami gangguan, dengan selam kita dapat melihat dan menawarkan solusi pada pengelolaan terumbu karang. Menurut Ilham, saat ini tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan kepedulian dan dukungan konkrit warga terutama anak-anak sekolah.
âSaya pernah mengajak anak sekolah 15 orang, naik perahu, ketika ditanya siapa yang mau berenang, hanya satu yang angkat tangan. Cuman satu acungkan tangan. Kok pada diem, kita hidup dipinggir laut, kok takut ke laut?â katanya.
Alasan keempat adalah, selam lekat dengan kepariwisataan. Saat ini makin banyak resort dan dive package dan kita pelu mengambil peran di dalamnya, ini merupakan kesempatan bangsa-bangsa lain untuk mengenal kekayaan alam kita, dan dengan selam kita dapat memperkenalkannya.
Yang kelima; ke depan, tentang membuka tabir rahasia alam, masih ada 70 persen rahasia wilayah laut yang belum terungkap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar